Tangerang, KP2MI (13/6) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten, melalui Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Bandara Soekarno-Hatta, memfasilitasi pemulangan empat Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Taiwan yang tiba dalam kondisi sakit parah, Sabtu (13/6/2026). Pemulangan inj didampingi langsung oleh staf KDEI Taipei dan pihak keluarga.
Keempat pekerja migran tersebut kembali ke tanah air dengan perjuangan medis yang berat. PMI berinisial IT, yang telah bekerja selama delapan tahun, didiagnosis mengalami stroke infark akut hingga lumpuh pada sisi kanan tubuhnya. Sementara itu, NLS mengalami kelumpuhan akibat cedera tulang belakang yang parah setelah terjatuh dari lantai tiga rumah majikannya.
Kondisi serupa dialami oleh A, pekerja migran asal Malang yang telah bekerja selama 13 tahun, yang didiagnosis demensia akibat pecah pembuluh darah serta hydrocephalus. Terakhir, RM yang baru berusia 31 tahun mengalami gagal ginjal akut hingga harus menjalani cuci darah tiga kali seminggu, di samping itu ia juga berjuang melawan pneumonia dan tukak lambung. BP3MI Banten langsung merujuk RM ke RS Polri Kramat Jati untuk perawatan intensif.
Petugas P4MI Bandara Soekarno Hatta, Budi Nurcahyo, memberikan catatan penting sekaligus imbauan tegas kepada seluruh pekerja migran terkait kedisiplinan administratif dan keselamatan kerja selama berada di luar negeri.
“Kami turut mengimbau kepada seluruh Pekerja Migran Indonesia di luar negeri untuk tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja dan pentingnya memperpanjang kepesertaan Jaminan Sosial PMI. Kasus ini menjadi pengingat bahwa jaminan sosial sangat krusial sebagai jaring pengaman proteksi diri yang sah selama mereka bertugas di negara penempatan," pungkasnya. (Tim Media BP3MI Banten/BC)
Keempat pekerja migran tersebut kembali ke tanah air dengan perjuangan medis yang berat. PMI berinisial IT, yang telah bekerja selama delapan tahun, didiagnosis mengalami stroke infark akut hingga lumpuh pada sisi kanan tubuhnya. Sementara itu, NLS mengalami kelumpuhan akibat cedera tulang belakang yang parah setelah terjatuh dari lantai tiga rumah majikannya.
Kondisi serupa dialami oleh A, pekerja migran asal Malang yang telah bekerja selama 13 tahun, yang didiagnosis demensia akibat pecah pembuluh darah serta hydrocephalus. Terakhir, RM yang baru berusia 31 tahun mengalami gagal ginjal akut hingga harus menjalani cuci darah tiga kali seminggu, di samping itu ia juga berjuang melawan pneumonia dan tukak lambung. BP3MI Banten langsung merujuk RM ke RS Polri Kramat Jati untuk perawatan intensif.
Petugas P4MI Bandara Soekarno Hatta, Budi Nurcahyo, memberikan catatan penting sekaligus imbauan tegas kepada seluruh pekerja migran terkait kedisiplinan administratif dan keselamatan kerja selama berada di luar negeri.
“Kami turut mengimbau kepada seluruh Pekerja Migran Indonesia di luar negeri untuk tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja dan pentingnya memperpanjang kepesertaan Jaminan Sosial PMI. Kasus ini menjadi pengingat bahwa jaminan sosial sangat krusial sebagai jaring pengaman proteksi diri yang sah selama mereka bertugas di negara penempatan," pungkasnya. (Tim Media BP3MI Banten/BC)